Langsung ke konten utama

Postingan

Lebaran di Tanah Berlianku

Aku terbangun dari tidur malamku. Keluar kamar, melihat adik-adikku telah sibuk menyiapkan baju gamis, sajadah, dan peci untuk siap-siap ke masjid menjalankan sebuah sunah. Adzan subuh berkumandang. Tetes demi tetes air membasuh muka dan bagian-bagian yang harus dikenai aliran air suci itu. Dalam sebuah prosesi ‘wudlu’. Terasa dingin pagi ini. Setidaknya ada dua shaf laki-laki dan satu shaf perempuan mengikuti sholat jamaah subuh di satu-satunya masjid di desaku. Pukul 06.00 WITA. Langit masih terihat gelap. Namun, dari sudut-sudut desa telah nampak gamis dan mukena putih berjalan menghias jajaran kayu ulin Selengot. Aku baru akan mandi. Rasa ngantuk berat belum mau pergi menjadi beban di kelopak mata. Ya efek semalam begadang di dalam kamar. Kaki pun melangkah bersama keluarga disini menuju sebuah bangunan, tempat orang-orang membentuk barisan-barisan kebaikan. Sampai di jembatan, pak Bake, seorang ta’mir masjid minta bantuanku, “Tolong Pak Wito orang-orang suruh ke depan saj...

Kue “BUAT PAK WITO” di Penghujung Ramadhan

Sejak pagi tadi langit malu-malu menampakkan birunya . Mendung kelam menutupi sebagian besar lazuardi tana Paser. Tidak seperti hari-hari sebelumnya. Drum-drum air hujan yang telah kosong karena kemarau datang, kini terisi kembali. Hujan gerimis disusul percikan yang lebih besar membasahi hutan-hutan sawit, laut teluk apar, dan juga jajaran kayu tanah Selengot. Di Akhir Ramadhan ini seakan Tuhan sedang merencanakan sesuatu. Menunjukkan ke-Maha Besaran-Nya. Menjelang lebaran, air berlimpah lagi. Senyum bahagia menghiasi desa yang memang kebutuhan hidupnya sangat ditentukan oleh percikan-percikan air dari langit itu. Aktivitas warga membuat wade (kue) lebaran terlihat di setiap sudut desa Selengot. Seakan menjadi cara ngabuburit mereka menanti waktu berbuka di akhir Ramadhan. Aku melihat layar di HP. Tak juga ada pesan atau telpon. Biasanya di malam terakhir Ramadhan banyak SMS atau telpon bertukar maaf. Saling berhalal bihalal. Bermain kata indah untuk menunjukkan ketulusan per...

Momen Putih Biru Pertama Selengot

Siang yang panas. Seragam putih biru kini menghias tanah (baca: jajaran kayu) Selengot. Pukul 13.00. Siswa-siswi baru angkatan I SMP SATAP 005 Tanjung Harapan berbondong-bondong datang ke sekolah barunya. Seragam baru dan semangat baru mengiringi langkah-langkah mereka menuju bangunan bercat hijau yang akan menjadi tempat mereka menimba ilmu di masa   SMP. Tercatat 27 siswa yang telah terdaftar sebagai siswa SMP SATAP 005 Tanjung Harapan. 13 anak merupakan lulusan tahun ini dimana salah satunya berasal dari SD di desa tetangga dan 14 anak lainnya lulusan tahun-tahun sebelumnya.  Seperti layaknya SMP lain, hari-hari pertama mereka masuk SMP diisi dengan kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS). MOS Berlangsung selama 3 hari. Meski usia mereka terbilang sudah berumur, tetapi semangat mereka tetap luar biasa. Kegiatan MOS dibuat berbeda dari umumnya. Hari pertama mereka mengikuti kegiatan ESQ. Tujuannya, meluruskan   niat mengapa mereka harus masuk SMP, motivasi pentingn...

Mereka Memang Istimewa

Mereka memang istimewa. Aku semakin percaya bahwa setiap anak terlahir dengan keunikan masing-masing. Siang itu aku berdiri di depan mereka. Di sebuah kelas dengan lantai dan dinding tersusun dari jajaran papan kayu. Kelas paling ujung selatan. Sekolah ku menghadap ke barat. Dari paling ujung utara hingga ke selatan berurutan ruang kelas 1, kelas 3, ruang guru, gudang, perpustakaan, kelas 4, kelas 5, dan kelas 6. Ya aku sedang berdiri di depan kelas enam. Kelas paling senior. Siswa-siswa paling besar di sekolah. Dan banyak orang mengatakan kelas yang berisi anak-anak yang sedang berada di puncak kenakalan. Namun, aku merasakan berbeda. Aku melihat dan merasakan berlian-berlian itu mudah untuk diukir. Aku menamainya sebagai laskar bintang. Bintang-bintang yang kelak akan bersinar di penjuru-penjuru nusantara. Mereka berjumlah delapan belas.  Siang itu aku mengawali pelajaran dengan bercerita. Cerita berjudul “Cermin buruk Muka” yang ku kutip dari buku BSE Bahasa Indonesia...