Langsung ke konten utama

PERAN "MEKSA"


Seru juga jika pernah merasakan beberapa peran. Ya, antara takut, khawatir, dan bahagia menjadi gado-gado yang siap disajikan dalam goresan tinta menyusuri lorong waktu yang terus berjalan. Itulah salah satu keberuntungan seorang PM. Eh keberuntungan atau kesialan ya... Ehmmm, bisa kedua-duanya deh. Tapi bagi saya itu suatu petualangan yang patut disyukuri dan menjadi ladang untuk belajar.
 Empat minggu berjalan sudah, peran pun antri bergilir menghampiri jejak-jejak di tanah sini. Dan semua peran tidak ada yang ringan lho. Ini dia sepuluh peran berkesan di empat minggu pertama:
  1. Tukang pungut sampah di jalan.
  2. Petani, bercocok tanam padi di ladang, yang sebenarnya tambak diubah menjadi sawah.
  3. Tukang kayu, ngebaikin kursi-kursi yang rusak.
  4. Tukang cat pagar.
  5. Tukang servis komputer, HP, TV, kulkas, dan kipas angin.
  6. Tokoh agama, mimpin doa acara selamatan pernikahan.
  7. Fotografer di acara pernikahan.
  8. Kyai, mengobati orang kesurupan.
  9. Kapten kapal, nunjuk-nunjuk arah jalan perahu yang ku mau.
  10. Yang tak kalah seru, jadi artis dadakannya anak-anak, tiap jalan tiba-tiba ada yang manggil, “Pak Wito...!!!” Kemudian mereka mengerumuniku minta tanda tangan,.. eh bukan, minta salaman.
    Hahaha,... meksa banget, biarlah, “Meski durung jawa (belum tahu) sambil menyelam minum susu, sambil meksa juga sinau (belajar),...”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aroma Kopi di Kemiren

Kadang kita ada di posisi mengakibatkan konflik yang tampak seperti bencana, dan kita tak tahu apa-apa. Apakah itu kebetulan atau tidak, kita seakan tak bisa menghindarinya. Setahun yang lalu sebuah perusahaan besar telah memutuskan bekerja sama dengan perusahaan tempatku bekerja sebagai supplier utama kebutuhan tembaga. Ditandatangani kerjasama dua tahun yang akan diperpanjang setiap tahunnya. Di saat yang sama aku sedang menikmati peranku sebagai senior di divisi marketing. Dua bulan kemudian, manajerku memilih resign dengan alasan menerima pinangan dari sebuah perusahaan multinasional. Isunya, kemampuannya yang sudah tersohor di dunia marketing, membuatnya ditawari posisi lebih tinggi dengan gaji lebih dari tiga kali. Aku tidak pernah pusing akan hal itu. Sampai pada titik, posisi pimpinan divisi kosong. Nyatanya, alih-alih sulit mencari orang baru yang belum karuan akan sevisi dengan nilai-nilai perusahaan, maka dicarilah pengganti dari orang dalam. Semua terjadi begitu c...

DISAAT TUHAN MEMILIHKAN DAN MENGARAHKAN

(The Greatest Momentum) Entah apa yang membuat aku tak juga menemukannya. Setiap kali mengikuti tes masuk kerja aku selalu gagal di saat tes terakhir. Tes kesehatan. Awal bulan Mei, aku sangat yakin akan mulai bekerja. Mendapatkan gaji. Menghidupi diri sendiri. Bersedekah. Bisa menabung. Namun, semuanya terpupus begitu saja saat tes kesehatan harus aku lalui. Gagal. Atau lebih tepatnya belum rejeki. Mulai aku bergerilya mencari informasi lowongan kerja. Warnet (Warung internet) dan warkop (warung kopi) menjadi sasaran utama. Hingga rutinitas mulai tercipta. Setiap pagi, jari-jari ini bergerak-gerik sekedar mengetik kata "Lowongan kerja 2012" di sebuah akses internet. Siangnya berganti mengembara ke warung kopi untuk mencari sisa-sisa koran hari itu. Pastinya, informasi lowongan kerja yang menjadi pencarian utama. Di samping itu, harapan besar masih mengiang-ngiang. Beberapa tes hasil jobfair yang telah ku ikuti ada beberapa yang masih berlanjut. Hingga terpaksa aku l...

Selengot dalam Media 4